Sistem Informasi Tugas Akhir Teknik Sipil Unud
Nama Mahasiswa:I Ketut Catur Adnyana
NIM:0804105106
Program: Reguler
Konsentrasi: Manajemen Konstruksi
Judul:OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK DENGAN PENAMBAHAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE LEAST COST ANALYSIS ( STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MESS ME
Pembimbing 1: Ir. I Putu Darma Warsika, MSc, MM.
Pembimbing 2: Ir. I Wayan Puja, MT.
Tanggal ujian: 24 Juni 2013
 
Abstrak:Abstrak : Proyek konstruksi dapat berjalan dan terealisasi dengan baik akibat adanya suatu perencanaan yang baik, seringkali suatu proyek konstruksi mengalami keterlambatan. Banyak faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek dan keterlambatan ini dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaan proyek, diharapkan biaya yang dikeluarkan seminimum mungkin namun tetap memperhatikan standar mutu yang ditetapkan. Proyek pembangunan Gedung Mess Melati Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali dipilih untuk studi kasus ini dikarenakan mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya sehingga perlu dilakukan percepatan. Dalam penelitian ini dipakai data sekunder: Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Time Schedule. Percepatan waktu proyek dianalisis dengan menggunakan Metode Least Cost Analysis yang bertujuan untuk mendapatkan waktu percepatan yang optimum. Percepatan dilakukan pada kegiatan di lintasan kritis dengan melakukan penambahan tenaga kerja. Percepatan dimulai berturut-turut dimulai dari kegiatan yang mempunyai cost slope terendah sampai mendapatkan total cost proyek yang minimum dengan pengurangan durasi proyek yang optimum. Hasil analisis percepatan diperoleh biaya langsung bertambah, sedangkan biaya tak langsung berkurang. Percepatan dengan penambahan tenaga kerja pada 9 item pekerjaan kritis diperoleh waktu penyelesaian proyek selama 203 hari dengan biaya total proyek Rp 7.834.204.769,88 sedangkan waktu penyelesaian normal adalah 210 hari dengan biaya total proyek Rp Rp 7.855.999.164,69 Jadi, terjadi pengurangan durasi selama 7 hari dan pengurangan biaya sebesar Rp 21.794.394,81
Abstract:Abstract : Construction projects can run and well realised a result of good planning, often a construction project suffered delays. Many of the factors that led to the delay in the implementation of project work and delays can be anticipated by an acceleration in the implementation of the project. With an accelerated in the project, expected cost as minimum as possible but still consider the quality standard objective. Construction project of Building the Mess Jasmine education and training Agency of Bali was chosen for this case study because the experienced delay in its implementation so that the necessary acceleration. In this study used secondary data: budget plan costs (RAB), and Time Schedule. The acceleration of the project is analyzed using the method of Least Cost Analysis that aims to get the optimum acceleration time. Acceleration performed on activities at a critical done by adding labor. Acceleration starts in a row starting from activities that have cost the lowest slope to get a minimum project total cost with the optimum reduction in the duration of the project. Acceleration analysis results obtained direct costs increased, whereas indirect costs are reduced. Acceleration with the addition of labour on critical work item 9 retrieved the time resolution of the project for 203 days with a total cost of Rp 7.834.204.769 .88 projects whereas the normal settlement time is 210 days with the total cost of the project is Rp 7.855.999.164 Rp,69 So, there was a reduction in duration of 7 days and a reduction in costs of Rp 21.794.394,81.
 
Keywords:Least cost analysis, the addition of labor, critical activities, cost slope, total cost.

© Powered by divinkom